Proposal Tugas Keamanan Sistem Informasi

Proposal Tugas Keamanan Sistem Informasi

Teknologi Proteksi CD Melawan Pembajakan

Diajukan Oleh:
…………………….
Magister Teknologi Informasi ....... 2001

A. Latar Belakang

Maraknya kasus pembajakan yang terjadi terhadap hak cipta, khususnya terhadap produk-produk lagu, film, atau software komputer memprihatinkan banyak pihak. Di Amerika, hukum tentang kasus-kasus pembajakan sudah dikatakan cukup mapan untuk menjerat sang pelaku, walaupun ada beberapa pertentangan khususnya “pembajakan” untuk keperluan sendiri (personal use). ………… adalah salah satu situs yang memberikan layanan download gratis lagu-lagu MP3 dituding telah melanggar hak cipta (copyright). Walaupun pihak ………… berdalih apa yang mereka lakukan, dengan memberikan free download lagu-lagu, adalah sah karena mereka tidak menarik bayaran sedikitpun atau tidak melakukan perdagangan. Hal demikian dilindungi oleh undang-undang (The 1992 Audio Home Recording Act), demikian pihak ………… memberikan sanggahan.
Contoh di atas adalah salah satu contoh kasus yang banyak mendapat sorotan, khususnya dari Recording Industry Association of America (RIAA) dan menjadi perhatian dunia sebagai sebuah pelajaran bagaimana menegakkan hukum perlindungan hak cipta. Namun di balik “ribut-ribut” tentang hukum hak cipta dan penegakannya, pihak industi rekaman di Amerika juga berusaha menemukan teknologi untuk memproteksi lagu/film yang mereka rekam. Beberapa indutri besar seperti ………….., ………….., juga telah mengembangkan teknologi proteksi dari pembajakan, baik hasil rekaman dalam bentuk pita kaset atau CD/DVD. Beberapa industri rekaman lain menggandeng pihak ketiga (softwarehouse, vendor, dll) untuk menemukan teknologi proteksi baik untuk software maupun hardware.
Teknologi proteksi terhadap karya cipta sudah banyak dikembangkan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang lagu/musik, film dan software komputer. Karena ketiga jenis produk tersebut, akbibat kemajuan teknologi, sudah sulit untuk dipisahkan dalam arti bahwa ketiganya menggunakan teknologi yang hampir sama. Seperti hasil karya musik yang dulunya disimpan di dalam pita kaset, kita sudah disimpan dalam CD. Demikian pula film yang dulu disimpan pada pita kaset delapan milimeter kini juga sudah dikemas dalam CD atau DVD. Secara kasat mata kita melihat bentuk media penyimpan data-data tersebut hampir sama yaitu berupa piringan yang terbuat dari plastik yang dilapisi bahan-bahan lain sehingga dapat menyimpan data. Walaupun kapasitas dari media-media tersebut dapat berbeda jauh begitu pula dengan format data yang digunakan.

B. Judul Tulisan

“Teknologi Proteksi CD Melawan Pembajakan”.




C. Maksud dan Tujuan

Tulisan ini disusun dengan maksud:
a. Memberikan informasi kepada para pembaca mengenai teknologi proteksi pada media CD (compact disc) dalam usaha untuk menghindari pembajakan karya cipta (copyright).
b. Memberikan wacana tentang perlindungan hak cipta terhadap produk-produk yag dikemas dalam CD pada khususnya.
c. Mendukung dalam upaya memasyarakatkan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) yang sedang gencar dipromosikan oleh Pemerintah Indonesia.

Tujuan yang akan diinginkan:
a. Tercerahkannya masyarakat akan teknologi untuk memproteksi karya cipta khususnya dalam bentuk compact disc (CD).
b. Munculnya kesadaran masyarakat  untuk menghargai hasil karya cipta.
c. Munculnya hasil-hasil riset dari para ilmuan yang bermanfaat bagi masyarakat.
d. Munculnya rasa tanggung jawab bersama dalam usaha mengurangi pembajakan.

D. Rumusan Masalah

Sebagaimana pada bagian latar belakang digambarkan bahwa perangkat hukum saja tidak cukup untuk membatasi kegiatan pembajakan karena kemajuan teknologi berkembang dengan sangat pesat, sehingga hukum yang sudah dibuat terasa cepat usang untuk dapat menjerat para pelaku pembajakan.
Terlepas dari usaha-usaha yang dibuat dalam bentuk perundangan, regulasi dan sebagainya untuk memberantas pembajakan, dari sisi teknologi juga terjadi pertempuran antara teknologi proteksi dan teknologi pemecah proteksi (un-protection). Teknologi proteksi memang selangkah lebih maju, namun satu langkah ke depan tersebut tidak mampu meninggalkan teknologi pemecah proteksi yang mengikutinya hanya dalam hitungan mingguan saja. Saat suatu teknologi proteksi dilempar ke pasaran dalam beberapa minggu sudah muncul teknologi pemecahnya.
Para pakar dunia akhir menarik kesimpulan bahwa perundangan dan teknologi masih belum mampu mengurangi apalagi memberantas pembajakan. Sehingga pendekatan yang digunakan adalah mengedukasi masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran komunal untuk menghargai karya cipta seseorang. Apakah pendekatan ini akan berhasil? Perlu waktu untuk membuktikannya.

E. Pembatasan Masalah

Untuk memberikan penekanan khusus agar tulisan mencapai sasaran maka dilakukan pembatasan pada penulisan dokumen ini, sebagai berikut.
a. Pembahasan tentang perundangan, regulasi, hak cipta dan sebagainya tidak dibahas secara mendalam.
b. Sistem proteksi yang dibahas difokuskan pada media CD/CD-ROM karena media-media lain seperti DVD merupakan teknologi turunan dari CD.
c. Teknologi proteksi atau teknologi ‘pemecah’ proteksi yang dimaksudkan dalam dokumen ini hanya ditampilkan proses umumnya saja yang bersifat informatif kepada pembaca, bukan ditujukan untuk praktis.


F. Sistematika Penulisan

Penulisan dokumen ini disusun dalam beberapa bab, dimana tiap bab dapat dibaca sebagai satu kesatuan informasi tanpa perlu tergantung pada bab sebelumnya. Sehingga pembaca dapat membaca informasi dari bab tertentu saja. Adapun sistematika penulisannya disusun sebagai berikut:
a. Bab I Pendahuluan berisi latar belakang, maksud dan tujuan, rumusan masalah, pembatasan masalah, dan sistematika penulisan ini sendiri. Bab ini memberikan gambaran umum mengenai isi dari dokumen.
b. Bab II Isu Seputar Proteksi dan Pembajakan, dalam bab ini dijelaskan beberapa usaha yang dilakukan untuk memberikan perlindungan terhadap hak cipta baik produk lagu, film, maupun software komputer. Contoh kasus lebih banyak terjadi di Amerika.
c. Bab III tentang Compact Disc, bab ini berisi segala sesuatu mengenai compact disc yang harus diketahui sebagai dasar pengetahuan.
d. Bab IV Manufaktur CD, bab ini menjelaskan bagaimana proses pembuatan CD karena dalam pembahasan bab selanjutnya tentang proteksi banyak menggunakan istilah dalam manufaktur CD.
e. Bab V Sistem Proteksi CD, dalam bab ini akan disajikan beberapa pendekatan untuk memproteksi CD dari usaha pembajakan serta beberapa contoh program crack-nya.
f. Bab VI Penutup berisi kesimpulan dan saran dari penulis

Referensi:

Artikel
Artikel: AntiHack
http://linux20368.dn.net/crackz/Tutorials/Antihack.htm

Artikel: Copyright Protection: Techniques
http://www-cse.stanford.edu/classes/cs201/projects-99-00/software-piracy/copyright.html

Artikel: Coding
http://www.anticracking.sk/coding.html

Artikel: CD-Chops
http://www.chiphead.de/pages/cdp_4.htm

Artikel: CD Protections
http://www.chiphead.de/pages/cdp_2.htm

Artikel: Introduction to CD technology http://www.quantized.com/Introduction_to_CD.html

Artikel: Napster Wildfire
http://news.com.com/news/0-1005-201-1757865-0.html

Artikel: Rallying the Disc Patrol: Protection Schemes for CD and DVD
http://www.emediapro.net/EM1998/block12.html

Artikel: VOB's ProtectCD
http://www.soft-analysts.com/protectcd.php


Website:

Activision http://www.activision.com/
C-Dilla Limited http://www.c-dilla.com/
Disctronics http://www.distronics.com/
IBM Corporation http://www.ibm.com/
Iranian Crackers Association (ICA) http://ica.cjb.net or http://ica.is-online.net
Interactive Digital Software Association http://www.idsa.com/
Macrovision Corporation http://www.macrovision.com/
Scandiplan Technology http://www.scandiplan.dk/
Software Protection Analysts http://www.soft-analysts.com/
Software Publishers Association http://www.spa.org/
TTR Technologies Limited http://www.ttr.co.il/

Sumber: budi.insan.co.id/courses/el695/projects2002-2003/yus.doc

Artikel Terkait

kata bijak

TAS, SEPATU, BAJU, DISTRO BANDUNG

alt/text gambar

TAS, SEPATU, BAJU, DISTRO BANDUNG

alt/text gambar

Blog Archive

pesan hari ini