MACAM SUDUT PANDANG DALAM CERPEN DAN CERITA FIKSI

 MACAM SUDUT PANDANG DALAM CERPEN DAN CERITA FIKSI

Materi diklat Karya Inovasi PGRI Kab.Kebumen

(DIKUTIP DARI Hasta Indriyana)

 

Sudut Pandang Dalam Cerita

Sudut pandang berkaitan dengan siapa yang bercerita dalam cerpen dan bagaimana kita melihat cerpen tersebut. Sebagai contoh, marilah kita bayangkan bahwa kamu di sekolah memiliki seorang sahabat dekat yang cacat dan miskin, sementara kamu adalah siswa dari keluarga mampu. Sebutlah sahabatmu itu bernama Asih, sementara namamu adalah Ani. Apabila kamu ingin menulis cerita tentang diri kalian, bagaimana kamu akan berkisah?

 

Nah, untuk berkisah tentang Asih, kamu bisa menggunakan bermacam-macam cara penceritaan. Di bawah ini ada beberapa sudut pandang yang bisa dipakai dalam bercerita.

 

a.            Sudut Pandang Aku, memakai pencerita tunggal, yaitu “saya” atau “aku”. Gaya penceritaan ini dikenal juga dengan nama sudut pandang orang pertama.

Aku memiliki teman. Temanku yang satu ini istimewa. Dia jago berenang (setelah kuketahui, dulu dia belajar berenang di sungai di kampungnya). Di sekolah, dia tidak begitu pintar. Wajahnya juga biasa saja. Tapi, bayangkan, temanku ini hanya memiliki satu kaki. Namanya Asih, teman sebangku di kelas. Itu sangat luar biasa bagiku.

 

b.            Sudut Pandang Beberapa Aku, yaitu sudut pandang orang pertama yang dipakai secara berpindah-pindah oleh beberapa tokoh.

Aku sudah mengenal orang tua Asih. Bapaknya adalah seorang petani penggarap dan ibunya bekerja pada seorang keluarga haji di kampungnya. Sewaktu bermain ke rumah Asih, aku bertemu dengan kedua orang tuanya. Mereka sangat baik kepadaku.

***

Ani sering meminjamiku buku dan majalah remaja. Buku-buku itu adalah pemberian ibunya. Jika sudah selesai membaca, ia akan memberikannya padaku. Sungguh, Ani adalah orang kaya yang baik. Aku dan Ani akan saling berpendapat tentang isi buku. Ia memang pintar, tidak sepertiku.

 

 

 

 

 

 

 

 

c.             Sudut Pandang Kamu, adalah sudut pandang pencerita yang seolah-olah sedang berbicara dengan tokoh “kamu”.

Aku tahu, Asih, kamu sedang bersedih. Kemarin sepulang sekolah aku melihatmu sedang menyisir pinggiran pasar sambil menunduk lesu. Tak seperti biasanya kamu sedih demikian. Kamu pasti sedang bermasalah dengan keluargamu, tapi aku tahu bahwa kamu sedang tidak memerlukan teman untuk berbagi.

 

 

d.            Sudut Pandang Orang Ketiga, yaitu gaya bercerita dengan cara menceritakan tokoh dengan sudut pandang “dia” atau “mereka”.

“Jangan bilang kasihan padaku!” katanya berseru.

Orang-orang di sekelilingnya kaget, lalu terdiam. Dia berjalan dengan kruk kayu yang di dekapnya di ketiak tangan kiri. Kaki kanannnya yang menyangga beban tubuh itu dilangkahkan menuju taman depan kelas.

 

g.            Sudut Pandang Orang Ketiga Serba Tahu, yaitu sudut pandang yang dipakai untuk menggambarkan semua tokoh yang ada di dalam cerpen. Ciri sudut pandang ini, pengarang mengetahui semua hal, termasuk pikiran dan perasaan masing-masing tokoh.

Asih tergolong siswa biasa saja. Wajahnya yang cenderung murung sebenarnya menyembunyikan keriangan dan ketulusan dalam berteman. Kaki kanannya diamputasi karena sewaktu bocah menderita kanker. Kekurangan itu tidak membuatnya berkecil hati. Ada prestasi menarik  yang dimilikinya, yaitu juara berenang dalam setiap kesempatan perlombaan. Sahabat karibnya, Ani, adalah teman baiknya. Ani anak orang kaya yang periang dan suka berbagi kepada sesama.

 

h.            Sudut Pandang Objektif atau Teatrikal, yaitu sudut pandang pencerita yang tidak melibatkan emosi atau pendapat pengarang dalam bercerita (melalui tokoh-tokohnya). Kesan yang didapat dari sudut pandang ini adalah “dingin”. Pikiran dan perasaan tokoh-tokohnya tidak ditulis secara eksplisit.

Ani menuju ke ruang UKS, tempat Asih terbaring lemas. Pipi Ani meneteskan air mata ketika melihat tubuh Asih tergolek dengan baju koyak moyak. Beberapa guru berada di dalam tanpa ada yang berbicara. Tidak ada yang tahu persis penyebab Asih jatuh di selokan depan sekolah sampai dia tak sadarkan diri.

 

 

 

 

 

 

 

 

Readmore → MACAM SUDUT PANDANG DALAM CERPEN DAN CERITA FIKSI

CARA MENULIS CERPEN

CARA MENULIS CERPEN

Materi diklat Karya Inovasi PGRI Kab.Kebumen

(DIKUTIP DARI Hasta Indriyana)

Cerpen atau cerita pendek adalah sebuah karangan fiksi berbentuk prosa yang menggambarkan kehidupan secara ringkas. Ciri ringkas cerpen adalah fokusnya pada satu bidikan. Maksud bidikan bisa berupa penokohan, latar, masalah, alur, dan lain-lain. Terpenting dalam hal ini adalah hal-hal yang ingin disampaikan pengarang tuntas dalam ruang yang pendek. Beberapa ciri cerpen secara umum biasanya mencakup jumlah tokoh yang terbatas, fokus pada satu peristiwa utama, berplot tunggal, mencakup jangka waktu yang singkat, dan meninggalkan kesan tunggal bagi pembaca.

Apabila ditanya jumlah panjang cerpen, jawabannya bermacam-macam. Cerpen-cerpen yang dimuat di media massa berkisar antara 3 – 5 halaman spasi 1 dengan huruf TNR ukuran 12. Ketentuan panjang halaman tersebut biasanya dikarenakan penyesuaian ruang. Cerpen-cerpen yang dimuat atau diterbitkan bukan di media massa ada juga yang panjangnya kurang dari tiga halaman atau lebih dari lima halaman, bergantung keinginan penulis cerpen.

Ada banyak cerpenis yang bisa dijadikan patokan belajar, di antaranya, dari Indonesia ada Umar Kayam, Kuntowijoyo, A.A. Navis, Ahmad Tohari, Hamsad Rangkuti, Seno Gumira Ajidarma, Joni Ariadinata, Agus Noor, dan lain-lain. Cerpenis dari luar negeri, misalnya Anton Chekov, Ernest Hemingway, John Steinbeck, Franz Kafka, James Joyce, Yasunari Kawabata, Naguib Mahfouz, dan lain-lain. Karya beberapa nama cerpenis tersebut bisa dibaca untuk dipelajari. Cerpen-cerpen mereka adalah karya yang layak dijadikan bahan belajar karena memiliki kelebihan dan merupakan cerpen standar, artinya, cerpen yang tidak banyak mengandung eksplorasi, baik dalam berbahasa, bentuk, tema, maupun unsur-unsur yang lain.

Baiklah, langsung saja. Belajar menulis apa pun, termasuk juga cerpen, kamu bisa menggunakan prinsip belajar dari Ki Hadjar Dewantara. Prinsip yang dimaksud adalah 3N, meliputi Niteni, Nirokke, dan NemokkeNiteni atau menyimak adalah kerja mempelajari sebuah cerpen untuk dipahami ciri-cirinya, sifat, bentuk, pola, gaya, motif, dan makna. Apabila kerja ini dilakukan terhadap pembacaan banyak cerpen, kamu akan hapal “apa sesungguhnya cerpen itu”.

Kerja kedua adalah Nirokke tau menirukan. Maksud dari menirukan adalah mencontoh gaya dan pemilihan tema terhadap cerpen-cerpen yang dibacanya. Kerja menirukan di sini bukan menjiplak, tetapi mencoba kemampuan diri apakah kamu bisa menulis cerpen seperti cerpen yang baru saja kamu titeni tersebut. Tahap setelah niteni adalah nemokke atau menemukan artinya kamu sudah bisa menemukan “jalan” menulis cerpen untuk kemudian menginovasikannya.

Prinsip belajar 3N membutuhkan kerja membaca banyak cerpen, utamanya cerpen yang bagus. Sekali merengkuh dayung, ketika membaca kamu bisa niteni dengan cara mencoret-coret hal-hal yang membuatmu memberikan sebuah pengetahuan baru dalam hal menulis cerpen. Oleh karena itu, siapkanlah pensil atau stabilo untuk menandai hal-hal yang bisa kamu pelajari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.     Mencari Ide

Di zaman canggih bin keren seperti sekarang ini, masih ada orang yang menganggap bahwa menulis karya sastra, termasuk cerpen, ide harus dicari dengan cara menyendiri, menyepi di tempat sunyi nan wingit, atau diam merenung. Sebagai gambaran, ide atau gagasan merupakan benih bagi lahirnya cerita. Ide bisa didapat di mana saja melalui media apa saja. Di mana saja misalnya di pasar dengan cara mengamati kesibukan orang; di kafe dengan memperhatikan suasana dan peristiwa yang terjadi di dalamnya; di sekolah dengan mencatat hal-hal yang menarik untuk ditulis; di dalam kereta; ketika menghadiri pesta pernikahan; menonton film; membaca buku; dan lain sebagainya.

Menurut Josip Novakovich, ide bisa didapat dari empat hal, antara lain (1) tradisi lisan, (2) masa kecil, (3) alam kubur atau kematian, dan (4) buku. Tentu saja empat hal yang dikemukakan tersebut masih bisa kamu tambah lagi, karena ada banyak hal melingkupi kita, dan juga karena zaman yang bergerak cepat memungkinkan hal-hal lain bisa menjadi sumber ide.

a.      Tradisi lisan merupakan sumur ide yang akrab dengan kita. Hal-hal yang termasuk di dalamnya antara lain dongeng, mitos, hikayat, cerita sejarah, cerita masa kecil, kisah cinta, cerita-cerita yang didengar dari orang lain, dan sebagainya. Seseorang yang jeli akan dengan mudah menemukan ide ketika mendengar atau mengingat cerita lisan yang (pernah) didengarnya.

b.     Alam kubur atau kematian. Maksudnya adalah hal-hal yang berkaitan dengan kematian, misalnya kisah-kisah pahlawan yang gugur di medan pertempuran, cerita tentang penjaga kubur (juru kunci), cerita tentang hantu, kisah tentang narapidana yang dihukum gantung, dan sebagainya.

c.      Masa Kecil adalah masa yang sering dikenang manusia, karena darinya muncul kenangan, baik yang sedih maupun menyenangkan. Masa kecil bisa dijadikan sumur ide, misalnya kesedihan ketika nenek tercinta meninggal dunia, cerita membahagiakan tentang ayam piaraan yang sehat dan lucu, kecemasan ketika pertama kali masuk pertama masuk sekolah, dan sebagainya.

d.     Buku pastilah memberikan banyak gagasan kepada pembacanya. Seseorang yang sedang membaca novel, misalnya, di tengah-tengah membaca biasanya akan mendapatka ide yang berkitan dengan cerita yang sedang dibacanya. Ketika mmbaca buku pengetahuan tentang dunia fauna bisa mendapatkan ide membuat cerita yang tokoh-tokohnya bersifat seperti manusia atau tokoh berbadan manusia tetapi berkepala binatang, dan sebagainya.

e.      Fantasi. Fantasi adalah daya menciptakan sesuatu di dalam angan-angan. Fantasi ada kaitan erat dengan imajinasi atau pembayangan, karena hal yang direka-reka adalah sesuatu hal yang abstrak. Ide cerpen bisa kamu dapatkan dengan cara berfantasi, misalnya di tahun 2107 ada sebuah keluarga yang melakukan perjalanan ke lima benua dengan balon udara, cerita tentang sepasang manusia yang berusaha mengelak dari kejaran manusia purba, dan lain-lain.

f.       Hal-hal lain, yaitu segala hal selain kelima sumber di atas, misalnya film, lagu, lukisan, foto, bencana, dan sebagainya.

Readmore → CARA MENULIS CERPEN

Perbedaan Guru PAUD, guru pendamping dan guru pendamping muda

 Perbedaan Guru PAUD, guru pendamping dan guru pendamping muda

Pendidik usia dini terdiri atas guru PAUD, guru pendamping dan guru pendamping muda dengan kualifikasi dan kompetensi sebagai berikut

 

GURU PAUD

Kualifikasi akademik guru PAUD memiliki ijazah Diploma empat (D 1V) atau sarjana (SI) dalam bidang pendidikan anak usia dini yang diperoleh dari program studiterakreditrasi, atau memiliki ijzah diploma empat (D IV) atau sarjana (SI) kependidikan yang relevan atau psikologi yang diperoleh dari program studi terakreditasi dan memiliki sertifikat pendidikan profesi guru (PPG) PAUD dari perguruan tingi yang terakreditasi. Sementara itu, kompetensi guru PAUD mencakup kompetensi kepribadian, kompetensi social, kompetensi professional, dan kompetensi pedagogic.

 

Guru pendamping

Kualifikasi akademik guru pendamping adalah memiliki ijazah D2 PGTK dari Program studi terakreditasi, atau memiliki ijzah minimal sekolah menengah atas (SMA)  atau sederajat dan memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus PAUD jenjang guru pendamping dari lembaga yang kompeten dan diakui pemerintah. Kompetensi  guru pendamping meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi social, kompetensi professional, dan kompetensi pedagogic.

 

 Guru pendamping muda

Kualifikasi akademik guru pendamping muda yaitu memiliki ijazah sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat dan memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus PAUD jenjang pengasuh dari lembaga yang kompeten dan diakui  pemerintah. Kompentensi guru pendamping muda mencakup pemahaman dasar dasar pengasuhan, bersikap dan berperilaku sesuai denan kebutuhan tingkat usia anak.

 

Kemudian pada standar sarana dan prasarana disebutkan bahwa sarana dan prasarana merupakan perlenkapan dalam penyelenggaraan dan pengelolaan  kegiatan  pendidikan, pengasuhan dan perlingungan anak usia dini. Pengadaan sarana dan prasarana di TK/RA, KB, TPA dan satuan PAUD (SPS) harus disesuaikan dengan jumlah anak, usia, linkunan social dan budaya local serta jenis layanan. Ada tiga prinsip yang digunanakan dalam pengadaaan sarana dan prasarana untuk mendekung penyelenggaraan layanan PAUD, yaitu

1.       Aman bersih sehat nyaman dan indah

2.       Sesuai dengan tingkat perkembangan anak

3.       Memanfaaatkan potensi dan sumberdaya yang ada di lingkungan sekitar, dan benda lainnya yang layak pakai serta tidak membahayakan kesehatan anak

 

Sarana dan prasarna yang harus sesuai pada suatu TK/RA adalah sebabai berikut

1.       Memiliki luas lahan minimal  300 m2

2.       Memiliki ruang kegiatan anak yang aman dan sehat denan  rasio minimal 3 m2

3.       Memiliki ruang guru

4.       Memiliki ruang kepala TK/RA

5.       Memiliki ruang tmepat UKAS

6.       Memiliki jamban  dengan air bersih yang mudah dijangkau oleh anak dan dengan pengawasan guru

Memiliki ruang lainna yang relevan dengan kebutuhan kegiatan anak

 

Peran professional pendididk PAUD

Ijazah SI yang dimiliki oleh pendidik PAUD mempresentasikan atau setidaknya menjadi legalitas formal  bahwa pendidik PAUD telah memiliki legalitas formal bahwa pendidik PAUD telah memiliki keahlian, keamhiran dan kecakapan   yang memenuhi standara Pendidkan Anak Usia Dini. Dengan keahlian, kemahiran dan kecakapannya itulah pendidik PAUD menjadi pendidik professional. SEbagai pendidik professional idealnya berperan dalam mendidik, mengajar, membimbing, melatih dan mengevaluasi peserta didiknya. Lalu bagaimanakah kelima peran pendidik PAUD dalam mendiddik, mengajar, membimbing, melatih serta mengevaluasi anak  usia dini?

 

1.       Pendidik PAUD sebagai pendidik

Sama seperti pendidik lainnya, pendidik PAUD merupakan pendidik yang menjadi tokoh, panutan dan identifitkasi bagi peserta didik pada khususnya dan masyarakat di lingkungan sekitar pada umunya. Hal itu mau tidak mau telah menjadikan pendidik PAUD harus memiliki standard kualitas pribadi tertentu yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin. Lalu bagaimanakah sosok pendidik PAUD yang memiliki tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin

 

a.       Tanggung jawab pendidik PAUD

Pendididik PAUD yang bertanggung jawab adalah pendidik PAUD  yang mengetahui serta dapat memahami nilai, norma moral, dan social serta berikhtiar untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan nilai serta norma tersebut. Pendidik PAUD juga harus bertanggung jawab terhadap semua tindakannya dalam penyelenggaraan layanan PAUD baik di KB, TK maupun di RA

 

b.      Wibawa pendidik PAUD

Pendidik PAUD yang berwibawa adalah pendidik PAUD yang mempunyai keunggulan dalam mewujudkan nilai spiritual, emosional, moral dan intelektual  dalam pribadinya serta memiliki keunggulan dalam pemahaman ilmu pengetahuan, tehnologi , serta seni yang sesuai dengan bidang PAUD

 

c.       Pendidik PAUD yang mandiri

Merupakan pendidik yang memiliki kemampuand alam mengambil keputusan secaramandiri atau independent, terutama dalam  berbagai hal yang berhubungan dengan penyelenggaraan layananan PAUD di TK, KB maupun RA tanpa ada intervensi dari pihak lain yang dapat merugikan penyelenggaraan layanan PAUD

Keputusan tersebut harus diambil dengan cepat, tepat waktu dan tepat sasaran, tidak menunggu perintah atasan atau kepala RA, TK, KB untuk bias melakukannya maka pendidik PAUD hrus memiliki insiatif dan melakukan berbagai inovasi. Pendidik PAUD yng mandiri juga harus dapat memberikan layanan PAUD sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini serta lingkungannya

 

d.      Pendidik PAUD ynag disiplin

Kedisiplinan pada diri pendidik PAUD mensyaratkan dimilikniya kemapuan dalam mengendalikan diri untuk dapat berperilaku sersuai dengan norma maupun aturan. Dalam menanamkan kedisiplinan, pendidik PAUD  harus memulai dari dirinya sendiri dalam berbagai tindakan dan perilakunya.

 

Readmore → Perbedaan Guru PAUD, guru pendamping dan guru pendamping muda

ALAT BANTU AJAR

 Kemampuan membaca anak anak didahului dengan proses kemampuan mendengar secara benar dan tepat. Semua anak pada umumnya belajar mendengar melalui stimulasi suara suara dari lingkungan dan kehidupan sehari harinya. Beberapa latihan untuk mengoptimalkan keterampilan mendengar bagi anak anak-anak diantaranya

 

1.       Meminta anak menutup mata dengan tangan(boleh juga anak diminta untuk menghadap ke tembok), lalu minta kepadanya menebak apa yang sedang dilakukan oleh teman-teman atau oran dewasa di dekatnya, bertepuk tanga, bersiul, menutup pintu, membuka laci meja, menjatuhkan piring plastic, membuka lembaran surat kabar, atau kegiatan lainnya

2.       Membawa anak ke taman bermain dekat rumah atau sekolah, lalu menyuurh mereka duduk santai sambil menutup mata tanpa bergerak dan bersuara mintalah ia diam selama beberpa saat untuk mendnearkan suara-suara di sekitarnya. Setelah itu, berdiskusilah dengan meereka, selama mereka dalam keadaan hening, suara suar apa saja yang tertangkap oleh telinanya, contohnya desau angin, teriakan anak kecil, cicit burung, bayi mengangis dan lain lain.

 

3.       Tanpa sepengetahuan anak, anda dapat mengisi wadah bekas tempat parfum, sabun atau tabung bekas rol film, masing masing dengan kerikil, jepit kertas, biji bekel, cankang, kerang darah, tutup botol atau benda kecil lainnya. Bahan bahan yang sama dengan jumlah yang sama pun bias anda isikan ke dalam 2 atau 3 wadah berbeda. Intinya anak anak harus mengocok wadah wadah tersbut, lalu membandinkan wadah mana yang menghasilkan bunyi yang sama. Di samping itu, mereka diharapkan dapat mengingat urutan bunyi dan mencari sumber bunyi dengan benar dengan urutan yang sesuai.

 

Sebagai orang tua banyak diantara ktia menginginkan anak untuk bias membaca sedini mungkin, memang hal tersebut bukanlah keinginan yang secara absolut salah. Namun, pada kenyataannya banyak anak merasa tersiksa dengan ambisi orang tua dalm hal membaca. Saya sendiri sering menemukan kejadian bahwa beberapa murid kecil saya ternyata malas membaca. Kadang kala mereka  bias membaca karena meghafal.

 

Membuat anak mau membaca membutuhkan kerja sama antara guru di sekolah dengan orang tua di rumah. Betul bahwa tingkat keterlibatan yang diharapkan dari orang tua antara satu sekolah dengna sekolah yang lain berbeda beda. Namun demikian, sangatlah penting bagi orang tua untuk mendapatkan informasi yang jelas dari guru atau sekolah serta harapannya dari program membaca anak tersebut.

 

Anak dapat membaca sendiri dengan cepat apabila kita sebagai orang tua juga turut mendukungnya. Dukungan tersebut dapat berupa memberi anak waktu untuk menikmati jam membacarnya serta ruang untuk membaca buku buku yang disukainya meskipun, menurut anda buku tersebut mudah atau sering ia baca.

 

Alat bantu ajar

Buku, gambar kalender, huruf magnetic, kartu , sequencing pictures, surat kabar atau Koran, syair

Pendukung alat bantu ajar

Gunting, karton manila, kertas cover , kertas gambar, kertas hvs, klip kertas, krayon, lem, plastic, spidol, spidol board marker, white board.

 

Syair

Meskipun dalam bentuk sederhana, milikilah syair dan sajak, lalu berlatihlah emnciptakan irama, sebaai guru anak usia dini, kita sering temukan bahwa anak yang kesulitan menemukan kata yang sama bunyinya  pada suku akhir seubah kata, justru adalah anak yang menalami kesulitan membaca. Namun demikian, irama apakah  itu irama syair atau irama sebuah lagu, selalu membantu anak untuk mengingat kata kata

 

Contoh syair

Buka tangan, tutup tangan

Buka tangan tutup tangan

Tepukkan tangan

Buka tangan, tuutp tangan

Letakkan di pangkuan

Buka tangan tutup tangan

Buka tangan tutup tangan

Terbankan jari jarimu

Lalu seperti burung

Jatuhkan dari angkasa

 

BUKU

Buku merupakan salah satu benda yang sangat isitmewa. Sebuah buku, meskipun adlaah benda mati, mampu menciptakan ikatan emosional antara orang yang sama sama menyukai buku. Ikatan emosional ini dapat terbentuk, misalnya bila seorang nenek pengemar buku dongeng putri duyung membacakannya dengna penuh penghayatan kepada cucunya yang juga menyukai buku yang sama.  Sebuah buku dengan urutan cerita yang jelas, memiliki awal, pertenahan dan akhir kisah dan dilengkapi gambar yang memberi keterangan jelas tentang arti kata kata di bawahnya sanatlah berguna bai anak.

 

SEQUENCING PICTURES

Dalam bahasa Indonesia, sequenting pictures diterjemahkan sebagai rangkaian gambar atau kartu yang dapat menghasilkan suatu cerita utuh.  Ukurannya bermacam macam ada yang berukuran 6x10 cm sampai sebesar kertas folio gambar. Selain itu kartu kartu tersebut tidak memmuat satu pun kata atau kalimat. Alat bantu ajar jenis ini sangat berguna bagi anak anak yang mulai membaca.

 

Sumber pintar meMakai alat bantu ajar Helyantini soetopo

Readmore → ALAT BANTU AJAR

Macam permainan paud

 

Permainan Loncat

Ada dua penggolongan jenis permainan. Pertama bermain aktif dan bermain pasif. Kedua  yaitu berdasarkan kemampuan/keterampilan yang dikembangkan pada diri anak.

 

a. Permainan

Menurut B.E.F Montolalu dkk, 2014: 6.14  Jenis permainan dapat dilihat dari 2 sisi. Pertama, berdasarkan tinggi rendahnya keterlibatan anggota tubuh. Bermain aktif dan bermain pasif. Bermain aktif adalah kegiatan yang memberikan keupasan kepada anak melalui aktivitas yang mereka lakukan sendiri, contohnya bermain di sudut rumah tangga. Bermain balok, pasir air, anyaman dan permainan kelompok (sepak bola, basket) Bermain pasif kegiatan yang tidak terlalu banyak melibatkan aktifitas fisik. Misalnya membaca, nonton filem, mendengarkan radio, mendengarkan musik.

              Kedua adalah berdasarkan keterampilan atau kemampuan yang dikembangkan pada diri anak antara lain : bermain untuk pengembangan kemampuan kognitif, bermain sebagai  latihan koordinasi gerakan motorik, bermain konstruktif, bermain drama, bermain untuk pengembangan kemampuan seni dan bermain sebagai pertumbuhan aspek moral dan  nilai-nilai kehidupan.

 

b. Loncat

Menurut Bambang Sujiono dkk, 2014: 5.23 Loncat adalah suatu gerakan mengangkat tubuh dari satu titik ke titik lain yang lebih jauh atau tinggi dengan ancang ancang dari cepat atau lambat dengan menumpu dua kaki dan mendarat dengan kaki atau anggota tubuh lainnya dengan keseimbangan yang baik. Gerakan meloncat yang awal dikuasai adalah dengan cara menumpu dengan satu kaki dan mendarat dengan satu kaki yang lain. Gerakan yang dikuasai kemudian adalah menumpu dengan kedua kaki bersama-sama. Gerakan loncat dengan tumpuan kedua kaki dan mendarat dengan kedua kaki baru dikuasai kemudian.

              Menurut Bambang Sujiono dkk, 2014: 5.24 Tujuan pembelajaran meloncat adalah untuk meningkatkan kemampuan fisik/potensi jasmani anak seperti melatihkan kekuatan daya tahan, kelincahan, kecepatan dan ketangkasan anak. Disamping itu juga gerak meloncat bertujuan untuk meningkatkan kesiapan mental secara umum, seperti memiliki rasa percaya diri, meningkatkan rasa keberanian dan kebersamaan anak.

 

              Beberapa variasi kegiatan permainan loncat yang bisa dilaksanakan untuk anak usia Taman Kanak-kanak

  Kegiatan anak melakukan loncatan dengan menggunakan tali yang diletakkan di tanah atau lantai membentuk angka (lambang bilangan) atau huruf.

 Loncat menggunakan tali diletakkan lurus bentuk secara sejajar
 Loncat menggunakan simpai yang disusun secara berjajar sebanyak lima buah

 Loncat melewati balok balok dengan jumlah 1-10 buah

 Loncat menggunakan bangku swedia

 

Menurut Bambang Sujiono,dkk 2014:4.17 menyebutkan loncat berikut tugasnya adalah  (1) Meloncat turun dari satu kaki ke kaki yang lain (2) Meloncat naik dengan dua kaki ke dua kaki (3) Meloncat turun  dengan dua kaki ke dua kaki (4) Lari dan loncat dari satu kaki ke kaki yang lain (5) Meloncat ke depan dua kaki dan mendarat dua kaki (6) Meloncat turun dari satu kaki ke kedua kaki. (7) Lari dan loncat ke depan dari satu kaki ke kedua kaki (8) Meloncati rintangan dari dua kaki ke kedua kaki (9) Meloncat dan mendarat dengan kaki yang sama secara berirama. Meloncat memiliki tujuan yaitu meloncat untuk ketinggian atau meloncat untuk mencapai jarak tertentu.

 

Permainan loncat adalah permainan aktif yang dilakukan oleh anak.  Tujuan permainan loncat adalah agar anak banyak gerak, belajar berhitung melalui gerakan serta agar anak terlindungi dan merangsang tumbuh kembang anak serta berada di lingkungan yang nyaman.

 

 

Readmore → Macam permainan paud
Powered by Blogger.

pesan hari ini

Paling dicari

KUMPULAN LIRIK LAGU BERTEMA PROFESI UNTUK PAUD

Total Pageviews

CARI ARTIKEL DI SINI YUK

kata bijak

https://click.email.shopee.co.id/?qs=604d22ef38041caa58cb16ed985d64bf3cfcd39e3273edde7b5c38935f49091d92ab87955b9ab3dae9fb155de91d91fb813cbabf4d9ee0fae0a3d430aeafd8b2

JUAL 100% Propolis Alami Non Wax Non Alkohol bersertifikat halal

JUAL Tudung Saji Bambu Kualitas Premium. Gratis ongkir, klik foto di bawah

jual KEZIA Skincare Whitening Package Series meregenerasi kulit , ori dan gratis ongkir

Jual Cream untuk mengatasi kerutan, garis halus, kemerahan, info klik gambar ! gratis ongkir

Jual Mengatasi rambut rontok dan ketombe, produk original 100 persen, murah, klik gambar bawah