cara mengatasi anak bermasalah

berikut ini beberapa cara  menghadapi anak yang perilakunya bermasalah: info saya dapatkan dari ringkasan di shvoong, dan anda bisa mengunjungi alamat sumber di bawah ini

1. Kasihi Anak
Jadilah seperti matahari. Selalu memberi sinarnya tanpa pilih-pilih, tanpa mengharap balasan. Meski tak mendapat ucapan terima kasih, tentukan kadang dihujat dan dikritik, matahari tetap bersinar.

2. Sayangi mereka
Seburuk apapun perilakunya, anak adalah buah hati dan buah cinta kita. Kalau kita sedang jengkel dengan mereka, coba ingat kembali saat mereka bayi dan betapa sayangnya kita terhadap mereka sewaktu itu. Ungkapkan cinta dan kasih sayang kita dengan cara yang disukai anak.

3. Kuasai diri
Kesulitan menguasai diri biasa membuat perilaku kita tidak terkontrol, terutama saat marah, misalnya berteriak, menghardik, bahkan menyakiti fisik anak. Tindakan semacam ini sangat merugikan.

4.Luruskan niat
Niatkan dan terus perbaruhi niat juga, berbuat segala jerih payah kita memikirkan dan melakukan yang terbaik untuk anak, semata-mata untuk ibadah. Dengan begitu, seburuk apapun perlakuan anak terhadap kita, kita tak akan sakit hati.

5. Ciptakan kedamaian setiap saat.
Mudah sekali untuk berkonflik dengan anak yang perilakunya buruk. Untuk mencegahnya, hindarkan prasangka buruk terhadapnya.

6. Jaga kepercayaan mereka.
Hindarkan menjadikan anak bahan olok-olokan, meski anak tidak mendengar. Laksanakan janji atau tugas yang kita sanggupi untuk anak sebaik mungkin.

7. Pelihara anak sebaik mungkin.
Perilaku buruk anak, bisa dipicu oleh makanan yang tidak halal dan tidak baik. Anak yang terus menerus dibiarkan makan makanan yang bukan haknya, bisa tumpul kepekaannya terhadap hak milik orang lain.

8. Jadilah orang tua pantas disegani
Separah apapun tingkah anak, bersikaplah sepantasnya sebagai orang tua. Hindarkan "mengambil hati" anak dengan merendahkan diri sendiri, misalnya menceritakan diri sendiri atau pasangan, enggan menunjukkan potensi di depan anak, membiarkan diri dilecehkan anak, melayani anak secara berlebihan, dll.

9. Teguhkan pendirian
Sikap plin plan orang tua bisa membuat anak semakin bingung, frustasi, dan semakin memperburuk tingkahnya. Berilah anak kepastian, terutama soal benar-salah.

10. Berpikir besar tentang anak
Jangan karena anak bersikap buruk, lantas kita mengecilkan potensi dan kemampuannya. Ini akan membuat anak terhina, dan semakin memperburuk sikapnya. Bercita-citalah besar untuk anak, dan sampaikan itu kepada mereka.

11. Ciptakan hal-hal baru bersama mereka.
Perilaku buruk anak kerap dipicu kebosanan. Cobalah berkreasi menciptakan hal-hal baru bersama anak-permainan, resep masakan, pembagian tugas, rute perjalanan ke sekolah, dll.

12. Buat perencanaan
Bimbing anak yang 'berantakan" membuat jadwal rencana harian dan mingguan. Selaraskan dengan jadwal rencana kita dan anggauta keluarga lainnya. Buat juga rencana bulanan atau tahunan keluarga, supaya anak mendapat gambaran apa yang harus dihadapi di sepan sana.

13. Dorong anak memvisualisasikan gagasannya.
Anak yang sulit mengungkapkan gagasannya lewat kata-kata, bisa frustasi dan melampiaskannya lewat perbuatan negatif. Kita bisa mendorong mereka memvisualisasikan ide-ide lewat gambar atau model.

14. Maafkan mereka
Semenjengkelkan apapun perbuatan anak, maafkanlah. Jika ,asih sukar memafkan, coba ingat perbuatan-perbuatan baik mereka sebelum ini (pasti ada).

15. Kuatkan mental
Menghadapi anak yang perilakunya buruk perlu kekuatan mental. Apalagi, mengubah perilakunya jadi baik. Usahakan betul agar tidak terlihat ciut di depan anak yang "bermasalah", agar anak tidak termotivasi untuk semakin "menguasai" kita dengan polahnya.

16. Tetaplah murah murah hati
Kadang jika anak bertingkah keterlaluan, kita agak menahan diri untuk memberi sesuatu yang menyenangkan hati mereka. Kita menganggapnya sebagai "konsekuensi". Padahal pemberian yang tulus bisa membuat suasana hati anak lebih baik.

17. Buka pikiran dan hati anak.
Anak yang sering berperilaku menyimpang perlu diberi penjelasan, bahwa perilakunya bisa membuat dirinya dijauhi teman-teman. Anak yang tidak bisa diam karena gelisah perlu ditenangkan, ditanyakan apa penyebab kegelisahannya dan diberitahu cara-cara mengurangi kegelisahan.

18. Beri perhatian
Apa yang tak dimiliki anak yang sedang "berulah", sementara mereka merasa orang tuanya memilikinya, adalah mencari perhatian. Pemberian perhatian, tak ternilai harganya bagi anak, tapi orang tua kerap melupakannya. Bahkan, kita kadang sengaja "tutup mata tutup telinga" jika anak mulai bertingkah. Kita pikir itu akan membuat anak bersikap lebih baik, atau kita memang tidak ingin direpotkan oleh mereka. Cobalah beri perhatian secukupnya pada anak, terutama pada perasaan mereka.

19. Pelajari perilaku anak
Setiap kali anak "bertingkah", amati kronologinya bisa menemukan pola apa pemicunya, berapa lama biasanya anak "bertingkah", apa saja yang bisa meredakan tingkahnya. Mengetahui pola sangat penting untuk membuat rencana antisipasi.

20. Kendalikan keinginan mereka
Keinginan berbeda dengan kebutuhan, Agar anak-anak manja, jangan selalu mengabulkan semua keinginannya. Tiap kali anak merengek minta sesuatu, tanyakan (jika anak masih amat kecil, pertimbangkan sendiri) apakah itu kebutuhan atau keinginan. Jelaskan bahwa punya keinginan boleh saja, tapi tidak selalu harus dituruti.

21. Lapangkan urusan anak
Ada anak yang gampang frustasi lantas bertingkah buruk, kalau tugas-tugas yang mereka hadapi terlalu sulit dan rumit. Bantulah anak-anak tipe seperti ini menyederhanakan tugas-tugas mereka.

22. Kalahkan kesombongan mereka
Anak yang sudah terlalu lama menjadi "penguasa" di rumah harus dihentikan. Begitu juga anak yang suka menghina karena merasa punya kelebihan dibanding saudaranya atau orang tuanya. Kalau perlu beri "terapi kejut" yang bisa meruntuhkan kesombongannya seketika. Misalnya datangkan sepupunya yang jauh lebih hebat, tapi rendah hati.

23. Angkat derajad anak.
Kadang anak "bertingkah" justru karena minder, harga dirinya rendah. Masih ingat Albar? Anak yang suka mengatai temannya 'babi jelek' ini ternyata amat perasa dan rasa percaya dirinya rendah. Salah satu penyebabnya, pengasuh Albar yang kini mengasuh adiknya, sering membanding-bandingkan kemampuan Albar dengan kemampuan si adik. Anak yang minder harus diberitahu bahwa mereka juga punya kelebihan, yang tidak dimiliki anak lain.

24. Cegah perilaku buruk anak
Lebih mudah mencegah perilaku buruk, daripada mengatasinya. Untuk itu, kuasai pola-pola perilaku negatif anak: apa saja pemicunya, berapa lama biasanya anak "bertingkah", apa saja yang bisa meredakan tingkahnya, dsb. Lalu, buatlah rencana antisipasi untuk mencegah perilaku tersebut.

25. Jernihkan pikiran mereka
Beberapa anak memiliki kecenderungan untuk curiga dan berpikiran negatif terhadap orang lain. Hal ini mendorong mereka bersikap pelit dan suka menuduh yang sering memicu pertengkaran. Anak seperti ini harus didorong berpikiran jernih terhadap orang lain.

26. Dengarkan dengan empati
Anak yang berulah biasanya punya motif atau alasam. Dengarkan motif mereka-apakah itu berupa keluhan atau permintaan.
28. Beri sanksi berupa konsekuensi
Jika anak berulah, beri peringatan sekali dua kali, sebelum menjatuhkan 'sanksi' konsekuensi. Konsekuensi harus diberikan, jika peringatan diabaikan. Agar efektif, konsekuensi harus masuk akal.

29. Dorong anak menyukai keindahan
Ajak anak melihat-lihat gambar atau pemandangan yang indah: taman yang indah, rumah yang rapi dan bersih, lukisan, karya seni, dll. Jelaskan bahwa keindahan dan kerapian membuat kita merasa nyaman dan senang. Jika kepekaan dan kecintaan anak sudah tumbuh, kecenderungannya untuk merusak barang atau memberantak di rumah akan berkurang.

30. Delegasikan sebagian kekuasaan kepada anak
Bertingkah buruk kadang dilakukan anak untuk menuntut kekuasaan. Ini bisa terjadi, jika selama ini kita terlalu ketat mengatur hidup anak. Maka, bersikaplah fleksibel untuk hal-hal yang bisa dikompromikan.

31. Jadilah orang tua yang smart
Tidak hanya cerdas secara intelektual, orang tua juga harus terus mengasah kecerdasan emosi dan spiritualnya. orang tua perlu banyak menyerap pengetahuan dari berbagai sumber.

32. Berdoalah
Kepada siapa lagi kita memohon petunjuk, kekuatan, dan hasil akhir yang baik, jika tidak kepada Yang menciptakan anak kita? Dialah yang paling tahu, kenapa anak kita berperilaku seperti itu dan kenapa kita dipercaya mengasuhnya.

33. Sabar
Teruslah berusaha dan berdoa. Tuhan tidak pernah tidur. Dia melihat semua usaha kita dan mendengar semua permohonan kita.


dan masih banyak cara lagi semua ada 74, dan anda bisa membaca selengkapnya di sumber di bawah ini : terimakasih
sumber
Sumber: http://id.shvoong.com/books/children-and-youth/2406733-kiat-menghadapi-anak-susah-diatur/#ixzz2uQl44gFp
Artikel Terkait

kata bijak

TAS, SEPATU, BAJU, DISTRO BANDUNG

alt/text gambar

TAS, SEPATU, BAJU, DISTRO BANDUNG

alt/text gambar

Blog Archive

pesan hari ini