Ingin Lebih Happy? Lepaskan Emosi Anda!


Kalau seorang pilot membutuhkan alat navigasi untuk mengendalikan pesawat sampai ke tujuan, maka emosi dirancang super-canggih oleh Tuhan untuk menuntun kita pada tujuan hidup, yaitu kebahagiaan. Melalui emosi kita bisa mengetahui apakah kita masih berada di zona nafsu (yang diliputi berbagai emosi negatif, seperti marah, takut, cemas) atau sudah berada di zona ikhlas (diliputi oleh rasa nyaman, tenang, damai), di mana kita bisa menemukan kebahagiaan sejati.

Namun karena kurang paham menggunakan 'instrumen' tersebut (emosi), kita mudah lepas kendali dan terjebak di zona nafsu. Berbagai masalah timbul karena kita bertindak di saat hati masih dikuasai nafsu.

Mengendalikan emosi artinya bukan mengekangnya, tapi justru melepaskannya. Namun yang dilepaskan di sini adalah nafsu. Agar terbebas dari emosi, kita tidak boleh lari dari perasaan. Sebaliknya kita harus mau menerima dan menghadapinya dengan ikhlas. Kondisi ikhlas hanya dapat dirasakan ketika otak (pikiran) dan hati (perasaan) berjalan selaras.

Berdasarkan studi, frekuensi otak, dan hati bisa bertemu pada gelombang alfa (bawah sadar) atau ketika tubuh dalam kondisi relaks seperti saat bermeditasi atau berzikir. Dalam kondisi ini kita bisa 'berdialog' dengan hati untuk merasakan semua sensasi emosi yang muncul. Jadi ketika kita sedang bersedih, jangan ditahan atau dihindari. Sambutlah perasaan
 
itu apa adanya dan biarkan hati Anda menjerit atau menangislah sepuasnya sampai Anda merasa 'plong'. Perasaan lega, tenang, dan damai inilah yang menandakan kita sudah merasa ikhlas.

Untuk melakukannya, mungkin awalnya sulit. Tapi kalau kita rajin melatih 'otot' ikhlas ini, lama-kelamaan akan semakin kuat dan bekerja secara otomatis. Jadi, apapun masalah Anda, pastikan hati Anda dalam posisi ikhlas sebelum melangkah. Dijamin segalanya terasa mudah dan hidup menjadi lebih
 happy. 


SUMBER = LUPA
Artikel Terkait

kata bijak

Blog Archive

pesan hari ini