Pentingnya Menjaga Privasi Dalam Menggunakan Komputer

Kata privasi memiliki arti penting bagi hidup kita, tidak dapat kita bayangkan jika orang lain mengetahui rahasia terbesar kita. Tentu saja akan terbayang perasaan malu atau takut yang akan kita alami jika orang lain telah mengetahui rahasia kita itu. Saat ini hal – hal yang menyangkut privasi user dalam menjelajah di dunia maya telah diperhatikan, tidak hanya dari vendor software yang kita gunakan misalnya penggunaan web browser Mozilla Firefox dan Internet Explorer atau penyedia layanan surat elektronik (e-mail) seperti Yahoo dan Gmail. Para vendor software pun juga membuat beragam software yang berfungsi menjaga berbagai file. Beragam software itu tentu ada yang bersifat gratis (freeware) dan ada juga yang berbayar (shareware). Solusi ini tentu dapat dimamfaatkan oleh sebagian besar user agar dapat menggunakan komputer lebih aman. Mungkin diantara kita pernah mendengar mengenai pencurian data, tindakan ini tentu bisa menimpa siapa saja. Bagi suatu perusahaan, menjaga keamanan data – data penting mereka ibarat menjaga aset mereka sendiri. Tentu saja bahaya bisa saja menimpa jika pihak yang tidak berhak (rival) mengetahui data – data rahasia yang dimiliki perusahaan tersebut. Bagi pengguna komputer personal, privasi juga hal yang tidak kalah pentingnya. Seperti dalam menjaga file mereka dari ancaman orang lain yang tidak berhak memiliki file tersebut atau dapat juga ancaman yang berasal dari serangan malware seperti virus, worm, trojan, dan lain sebagainya. Melihat dari permasalahan ini tentu kita tidak terlepas pembicaraan mengenai enkripsi.

Enkripsi dapat kita sebut juga sebagai pengacakan, tentu saja dengan melakukan proses enkripsi kita dapat melindungi data atau file yang kita miliki dan mencegah atau menghambat pihak lain untuk mengetahui kerahasiaannya. Beberapa standar enkripsi yang pernah digunakan di antaranya adalah sebagai berikut:


[*]Metode enkripsi RSA yang mulai diperkenalkan pada tahun 1977 oleh Ron Rivest, Adi Shamir, dan Len Adleman. Metode ini menggunakan perkalian sepasang bilangan prima dan kemudian memangkatkannya sehingga menghasilkan jumlah variasi angka yang besar.
[*]Data Encryption Standard (DES) diperkenalkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1977. Standar enkripsi ini menggunakan key 56 bit.
[*]International Data Encryption Algorithm (IDEA) diperkenalkan oleh Dr. X Lai dan Prof. Massey di Swiss pada tahun 1990. Standar enkripsi ini menggunakan key 128 bit.
[*]Blowfish diperkenalkan oleh Bruce Schneider pada tahun 1993 dengan menggunakan key 32 hingga 448 bit sebagai standar enkripsinya.
[*]Software-optimized Encription Algorithm (SEAL) diperkenalkan oleh Rogaway dan Coppersmith pada tahun 1993. Enkripsi ini menggunakan key 168 bit. Tetapi metode ini juga sekaligus melakukan pengacakan secara terus menerus.
[*]Advance Encryption Standard (AES), didesain oleh Vincent Rijmen dan Joan Daemen.
[*]Algoritma enkripsi ini menggunakan standar key 256 bit dan menjadi suatu standar enkripsi yang digunakan saat ini. Desain ini kemudian pada tahun 2001 menjadi standar enkripsi Amerika Serikat.


Dengan konsep dasar enkripsi ini, tentu saja dapat diimplementasikan pada komputer rumahan yang tehubung ke internet atau pada komputer yang standalone (tidak terhubung ke jaringan internet).
Untuk fasilitas enkripsi yang dilakukan untuk melindungi komputer ke jaringan internet adalah Secure
Socket Layer (SSL) dan protokol Transport Layer Security (TLS) atau juga dapat kita sebut HTTPS(ecure), fasilitas ini dapat kita jumpai di antaranya pada web browser Mozilla Firefox versi 3.x, Google Chrome versi 2.x, dan Internet Explorer versi 6. Bila menggunakan Mozilla Firefox versi 3.x, kita dapat mengaktifkan fasilitas ini lewat menu Tools > Options > Advance > Encryption, sedangkan pada Google Chrome versi 2.x dapat diakses melalui menu Customize and Control Google Chrome > Under The Hood > lihat pada bagian Security dan beri tanda centang pada Use SSL 2.0. Jika kita masih menggunakan Internet Explorer versi 6 kita bisa mengaktifkan fasilitas ini pada menu Tools > Internet Options > Advance dan lihat pada bagian security. Sedangkan bagi user yang tidak terhubung ke internet, fasilitas enkripsi untuk perlindungan file dapat menggunakan software seperti mp3stego, Steghide, atau 7-zip versi 4.65 dan AxCrypt versi 1.6.4.1 yang telah menggunakan metode enkripsi AES (untuk kode AES pada AxCrypt versi 1.6.4.1 juga dirancang oleh Vincent Rijmen). Keempatnya bersifat free dan open source. Selain dapat melindungi privasi data, keempat software ini oleh para user juga dapat digunakan sebagai back up data. Sebagai contoh, bila kita ingin menggunakan 7-zip, kita dapat mengunduhnya terlebih dahulu di
www.7-zip.org atau bila kita ingin yang berbentuk portable (tanpa perlu di-instal) kita dapat mencarinya di www.portableapps.com. Setelah ter-instal, pilih file yang akan diacak kemudian klik kanan dan pilih 7-zip > Add to archive > masukkan password pada kolom Enter Password > OK.

Setelah kita mengetahui tentang fungsi penting dari penggunaan metode enkripsi, selanjutnya kita dapat mempelajari bagaimana cara menghapus file yang aman. Windows sebagai sistem operasi yang sangat populer juga menyertakan fitur untuk menghapus file. File yang telah terhapus kemudian akan disimpan secara otomatis pada recycle bin. Meski kita telah menghapus file secara permanen melalui recycle bin, prosedur ini hanya menghapus file agar tidak terbaca oleh sistem operasi. Meski file tersebut telah dihapus tetapi masih dapat dibaca kembali dengan menggunakan utility yang dirancang khusus untuk mengembalikan file yang terhapus. Sebagai solusi, kita dapat menggunakan jasa layanan penghapusan profesional atau menggunakan utility yang bagus untuk menghapus semua data. Ada pun solusi yang murah untuk menghapus file yang aman adalah dengan menggunakan freeware seperti Revo Uninstaller, Freeeraser, dan Prevent Restore (Untuk Prevent Restore hanya melakukan pemusnahan file yang telah terlanjur dihapus melalui prosedur Recycle Bin pada Windows). Sebagai contoh, bila kita ingin menggunakan Revo Uninstaller terlebih dulu kita dapat mengunduh aplikasi ini di
http://www.revouninstaller.com. Setelah di-instal jalankan aplikasinya, pilih menu tools > Tracks Cleaner >Unrecoverable Delete > Add files to be delete > cari dan kemudian pilih file yang ingin dihapus > Open > Delete Forever. Untuk menghapus folder caranya tidak jauh berbeda hanya saja kita memilih Add folders to be delete. Sedangkan jika kita ingin menghancurkan file atau folder yang telah terhapus kita bisa memilih opsi Evidence Remover > beri tanda centang drive yang ingin dibersihkan > Execute.

Rasa aman dalam berkomputer memang suatu hal yang tidak dapat ditawar. Semoga dengan tips yang sederhana di atas, privasi kita akan lebih terjaga sehingga dihindarkan oleh perasaan cemas dalam menggunakan komputer.




Penulis : Muhammad Rangga Anggara
Sumber : Majalah PC + dengan Judul P3K (Perlindungan PC Paling Komplet) Tabloid PC Mild Edisi 23/2008
Artikel Terkait

kata bijak

pesan hari ini